Sesuatu itu tampaknya dekat sekali dengan wajah saya! Tetapi karena sangat gelapnya suasana kamar ini, membuat saya tetap tidak bisa menatapnya kembali meski saya berusaha terus mencari-cari apa gerangan yang “mengganggu” saya itu. Meski pada akhirnya saya menyesal telah begitu ingin tahu!
Bayangan-bayangan sekelebat terus menerus “mondar-mandir” di dalam kamar yg paling cuma 6 meter persegi ini. Sesekali menyibakkan gorden kamar yang memang sebenarnya cuma menutup 2/3 dari jendela yg tdk bisa tertutup rapat di kamar ini.
Suasana “ribut” tidak jelas dari luar rumah, seperti angin yang kencang dan bunyi-bunyian hewan malam yang sesekali jelas dan sesekali hilang membuat rasa penasaran semakin tinggi sehingga akhirnya memaksa saya untuk memberanikan diri “mengintip” ke luar jendela, berusaha mencermati kalau-kalau bisa menemukan apa yang “mengganggu” perasaan saya.
Tetap, yang terlihat cuma bayangan-bayangan dahan pohon dan lekukan bangunan puskesmas tepat di depan rumah yang tersentuh pancaran rembulan yang sesekali mencoba keluar dari kepungan awan kelam yang memenuhi langit.
Fiuhhh… Mungkin cuma perasaan saya saja. (Meski pada esok hari saya mendapati bahwa itu BUKAN sekedar perasaan saya saja!!!)
Setelah menggenapkan beberapa ayat quran *(Faatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas, dan Ayat Kursi) yang saya baca masing-masing 3 kali, akhirnya saya bisa berdamai dengan “kegelisahan” semu ini.
ZZZzzzzzzz….
*Dalam ajaran agama saya (Islam), sejak kecil kami diajarkan bahwa Surat dan Ayat tersebut sebaiknya dibaca menjelang tidur, terutama bila dalam keadaan gelisah. Selain membaca doa sebelum tidur.
















