Ehmmm nyambung lagi nih…
“Kita kecolongan….” Kata-kata dari dokter hari Senin pagi ini sempet membuat saya DAG DIG DUG DER!!!
Hmmm, memang penting buat semua Wanita yang berencana untuk berkeluarga, terutama memang yang niat banget ingin hamil, untuk memahami kondisi ini… “Kenapa Air Ketuban istri saya berwarna Hijau? Apa ini ada hubungannya dengan kondisi malposisi bayinya?” Setidaknya ini yang ada di kepala saya saat mengetahui hal tersebut, segera tancap gas konsultasi dengan beberapa kolega lain, dan tentunya Oom GOOGLE
hehehe.
Air Ketuban yang berwarna hijau memiliki istilah kedokteran MECONEAL STAINING atau kalau di Indonesiakan ya adanya stain dari zat Mekoneum pada cairan ketuban (bukan stain seperti pada dental staining yaa!!! hehehehe meski prinsipnya ya sama laaahhh…. sama-sama tidak semestinya, namanya juga noda). Mekoneum ini sebenarnya adalah produk sisa pencernaan bayi alias pup-nya si kecil. Kenapa warnanyanya hijau? warna hijau adalah karena keterlibatan empedu dalam sistem pencernaan si bayi.
Nah, yang jadi permasalahan adalah produk sisa ini seharusnya pada saat bayi masih di dalam kandungan tidak keluar secara langsung tetapi diserap sedikit demi sedikit oleh tubuh bayi. Artinya selama dalam kandungan normalnya si bayi tidak akan pup (bingung nanti siapa yang cebokin kalo pup di dalem ;-p. Gitu lho kata dokter ahlinya…
Lalu kenapa hal ini bisa terjadi ya?
Selama di dalam kandungan si kecil bisa dibilang bernafas memalui “liquid oksigen” hehehe… canggih ya! Pada kenyataannya memang si kecil mendapat suplai oksigen dari sang Ibu yang dibawa oleh darah melalui tali pusat. Nah kitakan tau dong pastinya apa saja yang dibawa oleh darah keseluruh tubuh kan?! Naaahhhh…. jadi selain suplai oksigen juga ada makanan (yang dimakan sang Ibu – So, jangan sembarangan makan ya bumil). Intinya, segala kebutuhan si kecil selama di dalam kandungan ya dipenuhi melalui jalur tali pusat ini. Nah, kalau terjadi gangguan pada tali pusat maka bisa berakibat fatal bagi si kecil, karena suplai makanan dan oksigennya bisa saja terhambat bahkan yang terburuk adalah terputus. Hal ini bisa terjadi pada kondisi adanya lilitan pada tali pusat atau tali pusat yang terjepit oleh bagian tubuh si kecil, atau gangguan pada plasenta.
“Lalu apa hubungannya ndro…. dengan air ketuban yang jadi ijo?”
“ehmm… begini ceritanya, dokternya bilang….”
Dampak dari seorang bayi yang kekurangan suplai oksigen di dalam kandungan adalah terbukanya otot yang mengatur penutupan anus, sehingga si zat mekoneum tadi keluar dan mengotori air ketuban. Nah warnanya si mekoneum tadi kan hijau, jadi deh si air ketuban ini terpolusi warna hijau.
“Terus cara mengetahuinya bagaimana ndroooo????”
“Sabar, gue tanya dokternya dulu…”
“bla….bla….bla….bla… ooo gitu ya doc, oukay deh… hmmm… gini lho guys….”
Bayi yang kekurangan oksigen atau dikenal dengan istilah asfiksia sebenarnya bisa didiagnosa lebih dini bila didapati bunyi jantungnya kurang dari 110x/mnt atau lebih dari 160x/mnt, pada saat sang ibu melakukan kontrol rutin selama kehamilan oleh dokter. Dan dari si Ibu sendiri yang dirasakan adalah adanya kecenderungan gerakan sang bayi kurang dari 10x dalam 24 jam. Atau ada juga pemeriksaan yang disebut dengan CTG (Cardiotocografi) atau alat pemantau bunyi jantung bayi yang disertai dengan perekam aktivitas bayi (mengontrol gerakan si bayi, biasanya si Ibu mencet tombol sendiri pada setiap gerakan yang ditimbulkan si bayi, so yang jujur ya Yummy Mommy!) yang dipasang pada permukaan perut ibu selama kurang lebih 30 menit. Adakalanya pada saat monitoring ini si bayi di”bangun”kan lho oleh si suster, caranya adalah (seru banget nih) dengan menggunakan BEL seperti pada bel sekolah… “TEEEETTTTTTTT!!!!” Sumpah ane aja kaget!. Anw, cara ini dilakukan bila didapati gerakan si bayi tidak signifikan (bisa memang lagi tidur atau memang ada gangguan), dan kondisi inilah yang terjadi pada saat-saat terakhir menjelang persalinan pada istrikyu tercinta (Alhamdulillah keduanya sehat setelahnya…).
“Lalu hubungannya dengan posisi bayi yang tidak baik?”
“Hmm…menurut dokternya seperti ini…”
Lah kan tadi sudah saya jelaskan… makanya nyimak dong!!! Kalau si bayi kurang oksigen, ya sama aja dengan kamu berjubel-jubel tuh nonton konser… kekurangan oksigen menyebabkan lemessssss jadi gak aktif gitu deh… nah kalau bayinya kekurangan oksigen, bagaimana mengharapkan gerakan normal dia untuk aktif ke “jalur lahir”?! Kalau bulannya cukup masa masih tetep mau dibiarin di dalem tuh bayi???? (ini hiperbolic dari saya aja yaaa
tapi ya kira-kira seperti itu penjelasan dokternya).
“Gitu deh kira-kira hasil konsultasinya…”
Jadi… itulah alasan mengapa kami dihadapkan pada pilihan “operasi cesar segera!!!”… lagian siapa sih orang tua yang tega berlama-lama setelah mengetahui kondisi bayinya di dalam kandungan ternyata “KEKURANGAN OKSIGEN”. Yang terpenting adalah kesehatan Ibu dan si Kecil, dan ingat semua jalan kita adalah kehendak-Nya, kita hanya berusaha mencari yang terbaik untuk semua. Amiiinnnn… Welcome to the world my baby Aisha!!! Alhamdulillah.
















