Saat itu adalah masa Sekolah Menengah Pertama yang sangat berkesan. Bagi saya masa SMP adalah masa peralihan yang tidak akan terlupakan, di masa ini adalah pertama kali saya menginjakan kaki ke dunia dewasa yaitu pertama kalinya mengenal cinta! Hehehe, but that is not the case, ceritanya bukan mengenai cinta kok
Saat-saat yang paling indah saat SMP adalah di saat HUJAN DERAS!
hahaha.. Yup, Karena di kala hujan yang cukup deras sekolahku (dulu) selalu BANJIR! Masalah klise di kota Jakarta jikalau hujan.
Masih ingat saat-saat selalu berdoa di malam hari bila hujan cukup deras, agar sekolahan terkena banjir (terutama kalau lagi males, belum ngerjain PR, dan nggak siap Ulangan!), sehingga keesokan harinya bisa libur!
kakakaka… Mohon maaf ya Bapak-Ibu guruku.
Banjir memang terkadang menjadi petaka, tetapi bagi anak-anak seusia saya saat itu bisa menjadi hiburan gratis yang selalu terkenang sampai dewasa. Memang kadang sekolah juga masuk bila hujannya tidak gede-gede banget… Yaaa kalau banjirnya masih selutut ya masih bisa masuk-lah sekolah.
Dibandingkan banjir yang dahsyat sehingga bisa membuat sekolah libur, banjir yang Selutut Lebih Sedikit ini memang lebih berkesan. Karena kita harus “berjuang” untuk bisa sampai ke lokasi sekolah.
Jarak dari pinggir jalan utama ke lokasi (dalam) sekolah kami SMPN 49 Jakarta Timur memang lumayan, gak jauh-jauh amat sih paling 250-300 meteran ya… Atau 5-10 menitlah tergantung lari atau jalan. Tetapi dalam kondisi banjir pastinya bisa lebih lama, dan pastinya “SERU”
Teman-teman satu Sekolah dengan saya di SMPN 49 Jakarta Timur pasti juga teringat dengan saat-saat banjir selutut setiap menuju ke lokasi (belakang) sekolah… Saat-saat menghadapi “rintangan-rintangan” yang menghambat dalam mengarungi “sungai dadakan”.
Jalan yang sempit alias “gang” memang membuat arus cukup cepat, dan tepat bersebelahan dengan got membuat segala-galanya deh meluap ikut dalam arus dadakan yang terjadi setiap banjir. Rintangan terhebat yang biasa timbul di setiap banjir adalah yang “satu” ini!
“Sial, gue telat!!!” Serapah saya karena setelah turun dari angkot waktu sudah menunjukkan pukul 7.00 pagi. Maka berlarilah saya ke lokasi sekolah yang posisinya harus dicapai dengan menelusuri gang kecil (cukup buat motor).
Masih melihat beberapa kawan yang ternyata juga telat, membuat saya sedikit pede (setidaknya ada teman kalau di “SeTrap” hehehe..). Tetapi yang gawat karena harus masih menghadapi arus banjir di depan saya… Well, nggak ada jalan lain. Harus dilalui!!!
Setelah melewati setengah rintangan… Akhirnya, pengalaman pertama itu membuat saya selalu “tertawa” mengingatnya
Termangu sejenak mencoba memandangi rintangan apa yang menghampiri di depan saya, saya pun melihat keras sambil berfikir cepat menerka-nerka “Hmm.. Apaan tuh ya?! Jangan-jangan!!!”
Hehehehe… Mungkin sudah bisa kebayang ya, benda itu memang membuat saya terperanjat tapi tanpa daya karena tidak bisa kemana-mana, cuma bisa diam pasrah akan nasib SIAL pagi ini (belum lagi nanti di setrap!). Huhuhuhu… Benda kuning kecoklatan dan terputus-putus memecahkan bagian-bagiannya mengapung-mengalir cepat ke arah saya tanpa memberiku kesempatan.
SIAL!!! Bagian yang Besarnya tepat mentok di kaki gue!!!!!!
*:-D maaf bila ada kata-kata kasar, semoga bangsa Indonesia jauh lebih Maju! Memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Bangkit Bangsaku, Sejahtera Rakyatnya! (Apa seehhhhh!!!)


