Thanks To my sejawat drg. Army R. Masih ada nih beberapa kenangan saat dan setelah tugas di Kecamatan Kalumpang, Provinsi Sulawesi Barat.
Archive for May, 2009
Setelah perjalanan melelahkan berburu forcep atau tang gigi dan peralatan dokter gigi lainnya kemarin, akhirnya hari ini saya bisa memulai tindakan yang semestinya
hehehe…
Pasien hari ini memang tidak banyak (banyak disini paling 5-7 pasien, maklum temans… di desa terpencil seperti ini akses sangat sulit), karena memang selain belum semua dari masyarakat yang tahu bahwa akhirnya alat-alat dokter giginya sudah tersedia, mungkin sebagian juga terlanjur kecewa lantaran pada saat pertama mereka datang saat itu pelayanan giginya terpaksa ditiadakan. Padahal asal kalian tahu teman, area cakupan puskesmas kami cukup luas untuk ukuran puskesmas yang di-ter-abaikan ini, dan kurang mumpuni ini. Sebagian terpisahkan muara sungai dan anak-anaknya yang cukup rawan (buaya disini gawat kawan, nanti saya ceritakan di kesempatan lain), sebagian terpisahkan rawa-rawa, dan hutan yang nantinya setelah beberapa bulan di puskesmas ini saya baru sadar, “Lho ini masih daerah pelayanan puskesmas Polocamba?!”.
Dikisahkan oleh seorang sahabat (yg mau naik haji) :
“Seorang turis Amerika berlibur ke Cina. Ketika di Cina, ia bermain dengan wanita nakal tanpa memakai kondom.
Seminggu kemudian, ia pulang ke AS dan menemukan alat vitalnya diselimuti lingkaran-lingkaran warna hijau dan ungu. Dengan ketakutan ia segera pergi ke dokter. Dokter yang kebingungan, karena belum pernah melihat hal ini, melakukan sejumlah tes dan mengatakan bahwa hasil tes akan diketahui dua hari lagi.
Setelah hampir 2 (dua) minggu berperan sebagai “Mantri” akhirnya rekan saya si Dokter Umum sesungguhnya tiba juga di puskesmas kami. Seru, rekan saya membawa serta orang tuanya dan seorang pembantu rumah tangga untuk menemani dia tinggal sementara di Puskesmas kami. Bertambahnya jumlah “personil” di puskesmas ini sudah saya perkirakan bakal menambah “keseruan” lain di lingkungan yang tadinya “mati” ini. Sederhananya buat saya, “Asyik Rame!!!” Hehehehe… Dan pastinya terlepas dari jabatan sementara saya sebagai “mantri”
Kesempatan ini saya gunakan untuk meminta izin kepada kepala puskesmas agar saya bisa kembali ke kota untuk beberapa hari, bukan karena ingin kabur, tetapi agar saya bisa mengurus pengadaan alat kedokteran gigi di puskesmas. Dan satu-satunya cara adalah dengan menghadap langsung Kepala Dinas Kesehatan Propinsi tempat saya bertugas.





