Hari ini hari libur, setidaknya buat saya. Makanya semalam saya tidak bisa tidur tenang karena takut terlewat Jadwal MU kontra Arsenal dilanjutan semi final liga Champions 2009. Karena saya fans berat Manchester United, maka kontra versa Arsenal selaku rival abadi jadi must-seen soccer game for the year! Hal ini beralasan karena Arsenal tidak terkalahkan di Emirates Stadium for many years.. Bahkan dari MU. Dan hasilnya tidaklah mengecewakan, saya yakin seluruh fans united di seluruh dunia dibuat takjub malam ini. Skor 3-1 dan agregat 4-1 buat MU untuk melaju ke final mengobati kepala pusing saya yg memaksakan diri agar tidak tertidur. Dan ba’da shubuh pun saya tertidur pulas sampai jam 11 siang!!!
Anw, that’s not the case… Sehabis bangun dan mandi saya langsung bergegas mencari pengganti batu baterai untuk remote kendaraan saya yang sudah TAMAT. Saya disulitkan karena tanpa sebuah baterai kecil 3 Volt sebesar koin 50 perak ini kendaraan saya sama sekali tidak bisa dioperasikan. Damn, Sometime I hates Technology!
Menggunakan kendaraan umum saya bergegas ke sebuah area niaga besar di wilayah Depok. And believe it or not, tidak mudah mencari baterai kecil ini temans… Setelah hampir 2 jam keluar masuk pertokoan justru saya dapatkan benda kecil ini di tempat yang saya ragukan sebelumnya. Well, sekali lagi temans… Don’t judge book just by it’s cover.
Sepulangnya saya dari pencarian sebuah baterai kecil yang ternyata penting ini.. Di dalam kendaraan yang padat ketat dan berjalan “heboh” ini, pandangan saya tertuju pada seorang perempuan muda yang menurut saya dia mahasiswi, karena dipangkuannya terdapat beberapa buku perkuliahan. Bukan karena paras atau hal aneh sehingga saya terfokus pada perempuan ini, tetapi saya terhentak keras saat melihat buku bacaan yang kebetulan salah satunya sedang dia baca adalah sebuah FOTOKOPI-an!!!
Yap.. Fotokopian teman-temanku. Pasti semua mahfum akan hal ini bukan?! Karena saya masih percaya bahwa lebih dari 50 persen (bahkan 80 persen?!) para penuntut ilmu di Indonesia seperti mahasiswa/i masih menggunakan “cara” ini. Bisa dibayangkan betapa banyak ILMU (apapun itu) yang sudah didapatkan oleh orang-orang pintar di Indonesia, mungkin juga dosen-dosen saya?!, atau orang-orang berpengaruh yang menyuarakan keadilan dan hak asasi, dan bahkan saya sendiri adalah hasil dari sebuah “COPY PASTE” material ilmu.
Fotokopi-Copy Paste-Mencontek dalam hal materi berbobot dan punya nilai hak saya rasa adalah similar.
Jadi punya hak kah kita untuk meng-Copy Paste materi orang lain? Punya hak kah kita melarang Copy Paste materi pribadi kita sementara (mungkin) kita secara tidak sadar adalah salah satu penikmatnya? Well, saya bukan pemikir serius jadi semuanya rasanya akan lebih baik bila dikembalikan pada hati nurani masing-masing.
Empati saya tertunduk lesu saat menyadari kenyataan inilah yang saya dapati. Setidaknya buat saya sendiri ini adalah sebuah “tamparan” keras kalau tidak bisa dibilang sebuah teguran.
Dibutuhkan empati tingkat tinggi untuk bisa menyadari apalagi mengakui sebuah kesalahan.
*CopyPaste dipersilahkan di blog ini dengan syarat dilakukan dengan cara yang manusiawi, mohon izin dan minimal menyertakan identitas asli sumber blog dirasa cukup manusiawi. (Lagian apa juga yang mau di copyPASTE dari blog ini?! Hehehehe…)
Just a Thought
















