Pagi-pagi sekali sudah harus berangkat ke tempat yang tidak semestinya dikunjungi sebenarnya, tetapi karena kepentingan DARURAT akibat perlakuan semena-mena dan sepihak dari sebuah pihak sebut saja PT.XXX (bahaya kalo disebut, nggak sanggup nyewa pengacara…) jadilah kunjungan tidak penting tapi jadi penting banget ini dijalani (???).
Sesampainya di lokasi masalah pun tidak bisa terselesaikan, hanya meninggalkan masalah yang bertambah bahkan ada bonus “masalah” plus-plus yang dibebankan untuk sesuatu yang benar-benar tidak dilakukan. Ingin meledak rasanya, tapi hati ini entah kenapa berkata lain untuk berusaha sabar, nggak tega rasanya marahin mbak-mbak yang mungkin memang cuma menjalankan “tuntutan perusahaan” untuk memberikan pelayanan yang “muter-muter”. Intinya aneh benar memang sebuah perusahaan besar tidak berani menghadapi masalah “face to face”, tetapi hanya berlindung di balik kedok “costumer service” yang hanya bisa bilang “Maaf Pak, kami tidak tahu untuk masalah itu… karena itu urusan bagian XXX…”
sungguh hebat, dan ingin tertawa rasanya… baru sadar kalau memang untuk masalah seperti ini ya ternyata sudah di-setting seperti ini agar konsumen yang dirugikan seperti saya tidak bisa berbuat apa-apa.
Berbekal kekesalan setelah mendapatkan perlakuan tidak enak tadi, emosi saya ternyata tetap harus disalurkan… jalan deh saya ke sebuah mal di pusat kota untuk bisa mengutak-ngatik “modem” baru tapi lama. Hehehehe…. Yap, setelah merasa dirugikan, saya memang bergegas untuk “pindah ke lain hati”, berbekal modem pinjeman, akhirnya saya mendapatkan banyak Ilmu dari teman-teman blogger yang aktif menulis tips and trik penggunaan hape cdma lama untuk digunakan sebagai modem (tentunya dengan bantuan Om GOOGLE dot com).
Modal 80 ribu rupiah untuk membeli sebuah kabel data OC-Original China (??? ini bisa disebut original nggak ya?! habis kata penjualnya begitu sih
) dan sebuah kartu perdana yang “PINTAR” maka dimulailah semangat baru untuk bisa lanjutin blogging yang sempat terputus.
Well, sesampainya di rumah langsung deh kutak-katik beberapa kali, dan memang butuh percobaan berkali-kali untuk bisa mendapatkan settingan yang tepat (maklum karena info di beberapa sumber memang beda-beda). Setelah hampir 2 jam ganti-ganti settingan dan justru di saat hampir putus asa percobaan setting terakhir malah berujung SUKSES.
terima kasih temans.
*Turut Mendukung Pembebasan Mbak Prita Mulyasari dari kesewenang-wenangan “PIHAK BERDUIT”. Sangat menyayangkan penyalahgunaan UU baru yang justru merugikan konsumen (yang sebenarnya justru paling sering dirugikan). Aneh memang, karena mungkin setelah ini kita tidak akan bisa lagi melihat rubrik “Surat Pembaca” di media-media massa?! Sekali lagi Indonesia adalah ladang penyelewengan hukum dan memang nampaknya hukum (cenderung) hanya melindungi kepentingan “Pihak Berduit”. Tolong Suaramu YLKI…
















