Fiuhhh…
Yap… dimulai dengan “keluhan” di awal post ini. Sebenarnya tidak ingin banget sih mengeluh di awal pagi hari terutama bila sedang bersama istri dan anak yang kebetulan sekali pada hari ini (Rabu 17 Juni 2009) ingin ikut serta menemani aktivitas suaminya ini. Rencana ingin terus “window shopping” setelah kegiatan rutin pagi saya hampir saja buyar gara-gara emosi saya terusik dengan kemacetan yang luar biasa di pagi ini.
Iya Teman, bila dalam kondisi genting dan mengejar waktu sementara ada saja hambatan entah itu di jalan atau berupa apa saja maka bukan tidak mungkin emosi akan mengambil alih (meski saat semuanya berlalu akan disadari kalau emosi tadi sangat tidak bijaksana=ini terbukti bung!!!). Pagi ini memang benar-benar tidak terduga, saya bisa yakin semua orang yang tinggal di daerah depok dan sekitarnya dan menuju jakarta pada pagi hari ini Rabu 17 Juni 2009 akan merasa KESAL!!!. Bagaimana tidak saya biasa jalan jam 5.30 pagi untuk bisa sampai di lokasi kerja sekitar jam 7an paling telat jam 7.30 pagi. Tetapi hari itu semua benar-benar dahsyat…
Jam 5.40 Pagi saya masih terjebak di ujung Margonda, dan sampai jam 6.00 saya hanya bergerak sejauh 5 meter saja atau kira-kira 2 mobil dari posisi saya sebelumnya. Emosi yang menyertai hampir saja berbuah kekhilafan, tetapi memang sepertinya Allah mempunyai rencana lain dengan menyertakan Istri dan anak saya pagi ini (padahal sempat terfikir untuk menolak permintaan istri untuk ikut malam sebelumnya). Karena dengan kondisi ini akhirnya saya bisa “menitipkan” mobil untuk diambil alih istri saya, karena memang posisi kami tidak memungkinkan untuk keluar dari jalur kemacetan bahkan untuk menepi sekalipun. Meski tidak terbayang bagaimana bisa saya meninggalkan anak saya yang baru 2 bulan setengah berdua saja dengan istri saya di dalam mobil di tengah kemacetan, tetapi restu dan doa istri saya meyakinkan saya kalau dia bisa mengambil alih “posisi” ini. Subhanallah, terima kasih telah memberikan kepadaku pendamping yang begitu “hebat”… dan putri yang sangat luar biasa. (Setelahnya saya sadar kalau akhirnya istri saya baru lepas setelah 1 jam kemudian which is jam 7 baru lepas dari kemacetan di perbatasan Depok-Jakarta, dan putri saya yang hanya bersandar di jok -tanpa car seat- bisa Alhamdulillah tidak rewel).
Yap, tidak tahan dengan kemacetan dan dikejar jadwal penting di sebuah stasiun Radio serta karena sudah mendapat doa dan restu istri tercinta juga maka saya segera berlari menerabas kemacetan, dan betapa kesalnya hati ini mengetahui kalau penyebabnya adalah buah hasil pekerjaan pemda yang tidak becus dalam mengerjakan proyek. Jembatan penghubung Depok-Jakarta “jeblok” lagi sehingga akhirnya hanya bisa dilalui oleh satu mobil saja. Well, gimana nih pemerintah… kita sudah “dipaksa” untuk bayar PAJAK bukan?!.
Tetapi dibalik segala masalah memang selalu saja ada penyelamat yang tidak terduga, setelah istri saya yang tumben-tumbenan mau ikut nemenin kerja pagi-pagi akhirnya saya ternyata menemukan sosok penyelamat pada seorang tukang ojek yang mangkal di persimpangan lenteng agung. Bagaimana tidak, beliau mampu mengantarkan saya sampai ke Ratu Plaza Jakarta hanya dalam waktu 20 menit menggunakan motor bebek “standar”nya… Hehehe, saya benar-benar “kena” lagi kali ini, setelah memandang sebelah mata potongan bapak tua si pengOjek ini (apa bisa ngebut ya?) dan melihat motornya yang terlihat sudah usang… saya oun mengakui kesalahan lagi. Sekali lagi, “Jangan Memandang Sesuatu hanya dari Penampilannya saja!”…. D*MN!!! Ngebut banget bos, belum lagi pengetahuan “jalan tikus”nya untuk menghindari kemacetan jakarta pagi hari… Juara 3 deh untuk bapak yang satu ini! (Juara 1-nya Istri saya, dan Juara 2-nya Putri saya Aisha.. Love you Girls
)
Bau Asap!!!.. wah gimana coba siarang bareng Dj Winky, and Paman Gary (apa Gery ya?! hahaha… sori kalau salah ya Paman
) berbekal badan yang bau asap seperti ini. Tetapi untung saja sekali lagi ada Tissue basah dan Cologne ampuh yang lumayan berhasil meng”kamuflase” bau asap kendaraan yang kebetulan selalu disisipkan oleh istri tercinta untuk hal tak terduga seperti ini. Dan Siaran di “Your Morning Coffee” itupun berjalan lancar… Thanks to Amalia Sarah Santi and Team yang mempercayakan Task ini kepada saya.
…talkshow hint…
Paman Gery : “Dok, kita udah denger ceritanya winky nih dengan kebiasaan ngopinya, pasti pendengar juga banyak yang berpengalaman sama. Sebenarnya nih dok, apakah benar minum kopi dapat menyebabkan pewarnaan pada gigi?”
“Benar, kopi adalah salah satu dari banyak penyebab perubahan warna pada gigi. Teh dan apalagi minuman bersoda yang colorful juga tidak kalah hebatnya dalam menyebabkan diskolorasi pada permukaan gigi. Perlu dipahami bahwa struktur terluar dari gigi (permukaan putih) atau yang dikenal dengan enamel atau email (not e-mail) juga selalu mengalami suatu proses yang kita sebut remineralisasi atau proses pertukaran mineral. Kita mungkin tidak sadar kalau permukaan gigi kita juga memiliki pori-pori yg sangat kecil sekali dan memungkinkan untuk proses keluar masuk materi mineral penyusun gigi, makanya produsen perawatan gigi biasanya memberikan Fluoride pada produknya untuk bisa masuk pada pori2 enamel ini sehingga terjadi proses yg bisa memperkuat gigi.”
Dan sekarang bisa dibayangkan bila ada zat (warna) lain yang masuk melalui mulut dan mampir dipermukaan gigi dalam waktu yang lama dan terjadi secara terus menerus dan tanpa perlakuan pembersihan yang benar?! Inilah yang terjadi pada proses diskolorasi atau pewarnaan oleh kopi dan kawan-kawannya
note: Tidak ada yang salah dengan Kopi ataupun makanan dan minuman lain yang colorful, tetapi yang kurang diperhatikan biasanya adalah perlakuan setelahnya (dalam pembersihan gigi).
*More info about Kesehatan Gigi bisa di”search” melalui www.tanyapepsodent.com
















