Belajar bersabar…
Sederhana, tapi sulitnya bukan main… Terlahir sebagai Aries yang kebetulan sesuai dengan ego yang tinggi, saya merasa kesulitan untuk belajar pelajaran hidup yang “tampak” sederhana ini.
Mungkin tidak terhitung berapa banyak kata “istighfar” yang terucap dalam satu hari setiap harinya, belum lagi saat “lupa” mengucapkannya”… Susah, sulit adalah alasan klise karena hidup di tengah “norma” yang tidak jelas di negaraku tercinta ini.
Saya hanya butuh sabar…
Sabar melihat tayangan televisi yang isinya kalau bukan provokasi ya pembodohan.. gimana mau maju?! (Tuh kan gak sabar lagi!)
Saya hanya butuh sabar…
Sabar menghadapi macetnya kota setiap pagi, sambil menyadari begitu banyaknya Karbon Monoksida yang sudah terhirup… Bagaimana bangsa ini mau Pintar?! (Tuh kan gak sabaran lagi..!)
Saya hanya butuh sabar…
Sabar mengerjakan proposal penelitian yang diawal sudah commit untuk dikerjakan… Mulai aja belum!? (Karena gak sabar dan teliti mencari sumber yang sesuai)
Saya hanya butuh sabar…
Sabar membagi waktu dengan benar, nyatanya timelinenya tipikal “Indonesia” : serabutan (setidaknya Indonesia menurut saya yang saya yakin masih bisa lebih baik)
Dan lainnya…
Bar… Sabar…!!! Kemane sih ente?
Kutunggu kau disini… Astagfirullah…
*mohon maaf bila ada kesalahan, Nisf-Sha’aban (14 Shaban 1431)
















