Fiuuhhh… lama banget nih blog nggak disentuh! maafkan karena apa daya, setelah kejadian kacau dengan sebuah provider internet seluruh aktivitas blogging jadi nyata terhambat. Sebenarnya bukan tidak dapat gantinya, tetapi menahan diri dulu supaya bisa mendapatkan kejelasan dari pihak sebelumnya.
Kejadiannya cukup mencengangkan karena saya dan istri mendapatkan tagihan yang cukup besar yaitu sebesar 5 juta rupiah lebih untuk pemakaian 14 hari saja. Sang provider berdalih kalau jumlah hari itu adalah merupakan pemakaian di luar kontrak yang sudah habis 14 hari sebelummnya. Well, dari informasi ini saja saya sudah mulai meradang… kalau memang kotraknya sudah habis (dan kami memang kontrak pemakaian selama 1 tahun) lalu apa hak mereka melanjutkan tanpa ada pemberitahuan lebih lanjut kepada kami, dan kalaupun ingin dilanjutkan karena tidak ada laporan mengapa tidak meRoll-over dengan paket yang sama yang kami pakai sebelumnya. Tetapi malah dengan semena-mena melanjutkan dengan perhitungan yang DAHSYAT!!!
Hal ini bisa terlewat oleh kami karena periode perhitungan berbeda dengan periode pembayaran. Maka ada celah sekitar beberapa hari (14 hari dalam kasus saya) untuk sinisnya mungkin mencari keuntungan. Menurut kami setelah membayar pada bulan yang terakhir itulah akhir dari paket yang berlaku, tetapi kami tidak sadar 14 hari pemakaian sebelumnya kami sudah menggunakannya di luar paket. Bayangkan bila kami melakukan pembayaran dengan auto debit? atau dengan kartu kredit? wah-wah makanya tidak heran kasus seperti ini tidak sedikit.
Menurut inside source yang kebetulan masih kerabat yang juga memberikan support untuk menolak pembayaran, dia mengatakan bahwa ini terjadi karena Pihak provider pada dasarnya menggunakan jasa pihak ketiga untuk beberapa urusan mereka, termasuk “billing”. Jadi terkadang memang ada misKordinasi (alias kurang kordinasi). Ini pun saya amini karena setiap laporan yang saya lakukan kepada pihak provider berkali-kali tidak diketahui oleh pihak lainnya. Jawabannya selalu tidak tahu, yang mereka tahu hanya saya harus membayar. Inikah namanya profesional?
Tetapi in the end, setelah proses lebih dari 3 bulan mereka mengakui kesalahan mereka. Dan hanya mewajibkan kami membayar jumlah pemakaian paket yang terakhir saja, dan ini tidak sampai 500 ribu. Hahahaha… geleng2 saya dibuatnya, lalu bagaimana angka 5 juta sebelumnya bisa keluar? Bahkan mereka sempat melayangkan surat ancaman dari pengacara mereka! Hahaha… cari duit yang halal bos!!! Tapi sekali lagi ini adalah sebagai pelajaran buat saya, dan mungkin buat orang lain yang membaca catatan saya ini. Intinya, untungnya saya tidak menggunakan sistem payment dengan auto debit atau dengan kredit card. Bagaimana bila ya?
Well, thanks buat semuanya, istriku yang pantang menyerah bermuka musam di depan costumer service, dan termasuk juga pihak provider yang mau berbesar hati mengakui kesalahannya. Tapi maaf ya… sementara ini saya ganti provider dulu.
(Trauma Mode: ON!!!)
*Provider rahasia yaaa…. saya rasa bisa terjadi pada semua pihak, yang penting JANGAN MAU DIKADALIN!!! (Buaya di kadalin!
hehehehehe….)





