Setelah perjalanan melelahkan berburu forcep atau tang gigi dan peralatan dokter gigi lainnya kemarin, akhirnya hari ini saya bisa memulai tindakan yang semestinya
hehehe…
Pasien hari ini memang tidak banyak (banyak disini paling 5-7 pasien, maklum temans… di desa terpencil seperti ini akses sangat sulit), karena memang selain belum semua dari masyarakat yang tahu bahwa akhirnya alat-alat dokter giginya sudah tersedia, mungkin sebagian juga terlanjur kecewa lantaran pada saat pertama mereka datang saat itu pelayanan giginya terpaksa ditiadakan. Padahal asal kalian tahu teman, area cakupan puskesmas kami cukup luas untuk ukuran puskesmas yang di-ter-abaikan ini, dan kurang mumpuni ini. Sebagian terpisahkan muara sungai dan anak-anaknya yang cukup rawan (buaya disini gawat kawan, nanti saya ceritakan di kesempatan lain), sebagian terpisahkan rawa-rawa, dan hutan yang nantinya setelah beberapa bulan di puskesmas ini saya baru sadar, “Lho ini masih daerah pelayanan puskesmas Polocamba?!”.





